ep 16

927 Kata
Karena jarak rumah dam rumah sakit membutuhkan waktu paling tidak 1 jam, di tengah-tengah jalan Shylla tersadar dari pingsannya. Sakit, Shylla merasakan rasa sakit di perutnya. Shylla menangis, Shylla panik, khawatir dengan anaknya. "kuatlah sayang... aku disini" ucap Kevin "vin... kenapa loe hamilin Carisa? salah gue apa sampe loe khianati gue?" "hamil? carisa? sejengkal pun gue gak pernah jamah dia" "jahat!!!“ Namun Shylla kembali berteriak dan kembali pingsan Setelah Shylla sampai Rumah sakit, dengan persetujuan Kevin, Shylla melakukan operasi Caesar. Alex, Rumi, dan Alfian datang. Alfian tidak lagi memikirkan amarahnya pada Kevin. Tapi suasana menjadi sunyi dan canggung. sampai Telpon Kevin berdering. Kevin melihat layar hp nya. Carisa. "buat apa loe telpon gue lagi?" tanya Kevin "siapa?" tanya Alex "carisa pa" "speaker... speaker... "pinta Alex "sama di rekam" imbuh Rima "kamu dimana sayang?" "siapa sayangmu?" "kamu lah... " "Carisa... saya sudah punya istri.. saya tanya ke kamu... kamu bicara apa ke Shylla dan xiu?" "gue hamil anak loe, minta tanggung jawab loe" "Carisa!! bisa-bisa nya loe bohong ke istri gue!! gue pegang loe aja kalo gak terpaksa gak bakal gue pegang" "tapi loe pernah cium gue!" "loe bilang permintaan terakhir loe sebelum ke Sydney! dan perlu loe tau, loe yang nyerang gue saat itu! apa Jangan-jangan loe tau kalau Shylla mau keruangan gue?" "pinter banget sih Kevin... iya gue tau, dan gue sengaja, kalau Shylla liat loe nyium gue otomatis dia marah, minta cerai sama loe, terus loe nikah sama gue" "gila loe" "ya.. gue gila... karena terlalu ingin memilikimu sayangku" "gue tanya lagi, loe hamil bener atau g" "iya gue hamil.. tapi bukan sama loe! gue ketemu cowok waktu di diskotik, dan itu anak dia. pas gue mau kasih tau dia, dia ternyata miskin banget kev... jadi gue minta loe aja yang jadi bapak anak gue" "gak waras loe... gara-gara omongan loe, istri gue masuk rumah sakit. gue udah maaf in loe berulang kali, loe ulang lagi kesalahan loe. kali ini bakal gue laporin ke bokap loe. biar loe diajari lagi" "eh... kok gitu... jangan dong kevin... kevin.. sayang... " "apa sih mau loe sebenarnya jahatin istri gue? loe baru kenal sama Shylla. apa salah Shylla ke loe? "salah Shylla? dia udah rebut loe dari gue! gue suka.. sayang... cinta... sama loe, tapi loe milih dia... bukan gue .. kurang gue apa kev... apa?" "loe gak kurang, cuma hati loe terlalu buruk... loe terlalu terobsesi sama gue! dan gue sejak awal anggep loe adik. gue gak bisa maafin loe lagi carisa. untuk kali ini bokap loe harus tau" "kevin.. please jangan... bokap gue bakal marah besar" "tenang... bokap gue dah telpon bokap loe... rekaman ini juga bakal gue kirim" kevin langsung mematikan sambungan telponnya, dan mengirik rekaman ke Alex. Kevin mengacak-acak rambutnya. Raut putus asa, dan Khawatir terlihat jelas diwajahnya. Alfian mendekati Kevin. Alfian meminta maaf karena meragukan kesetiaan kevin. Begitu pula, Dallin, Darrel dan Xiu. Suasana kembali akrab. Sampai mereka dengar suara bayi menangis. Tangisannya cukup kencang, dan terdengar lagi suara bayi kedua. Mereka mengucap Syukur karena bayi Shylla lahir dengan selamat. Dokter keluar dari ruang operasi. Di ikuti 2 suster yang membawa 2 bayi mungil. "selamat ya vin. Anakmu kembar, laki-laki, perempuan" Ucap Airin "Alhamdulillah... makasih Rin... terus gue bisa lihat Shylla?" "maaf banget Vin, Istri loe, koma" "koma...!?" "Jantung Shylla sempat berhenti berdetak, Syukurnya Jantungnya kembali berdetak setelah 8 menit kemudian. Tapi karena kekurangan oksigen di otaknya, ia jatuh koma" "Tapi bisa gue lihat dia?" "tunggu ya vin, kita mau pindahin dia dulu" Shylla di pindah ruang. Wajahnya pucat, namun terlihat damai. Kevin sangat sedih dan terus meminta maaf ke Shylla, tak lelah juga ia meminta Shylla agar bangun dari komanya. "mau kau beri nama siapa kedua anakmu?" tanya Alex "Shylla sudah menyiapkan namanya pa... Bintang Hadrian Galaxy, dan Belinda Heaven Galaxy" "Bintang dan Belinda... nama yang bagus" ucap Alfian Seminggu setelah kelahiran Bintang dan Belinda, Carisa, mamanya tante Audrey dan papanya om Yulius datang kerumah sakit untuk bertemu kevin, Alex, dan Shylla. Kebetulan di sana selain Alex, Kevin, dan Shylla, juga ada Darrel, dan Xiu. "permisi" salam Yulius "Yulius.. Audrey" sapa Alex "silahkan duduk" ucap Xiu "Alex, Kevin, kami kemari... mau berbicara sesuatu" ucap Audrey "Kevin, Alex, maafkan ulah anak kami Carisa. Dia telah berbuat salah padamu Kevin" imbuh Yulius "kami kurang mendidiknya dengan benar, hingga merugikan orang lain" ucap Audrey "besok kami akan berangkat ke Italy, mohon maafkanlah Carisa" ucap Yulius "om... karena Carisa, anak saya lahir lebih awal, di tambah istri saya selalu menghadapi tekanan batin, hingga membuatnta koma. Saya belum tau bisa memaafkan Carisa atau tidak. mungkin nantinya saya bisa memaafkannya" ucap Kevin "om dan tante mengerti Kevin. terima kasih Kevin sudah mau memaafkannya" ucap Yulius "kenapa koma? gak mati sekalian" ucap Carisa "Carisa! kasar sekali bicara mu... setelah sampai italy jangan harap kamu bisa keluar rumah!" bentak Audrey "maaf Alex, Kevin, keluarga Shylla, atas ulah Carisa. kami pergi dulu" Yulius berpamitan "jika tidak pergi mungkin dia akan lebih dari ini. kami pamit" ucap Audrey Carisa, dan kedua orang tua Carisa pergi. Ada rasa lega di hati Kevin, bahwa tidak akan ada lagi Carisa yang mengancam rumah tangganya. Sebulan... Dua bulan... belum ada pertanda jika Shylla akan sadar. Hari-hari kevin di sibukan oleh kedua anak kembarnya, dan bolak balik rumah-rumah sakit. Di bulan keempat, Kevin membawa kedua anaknya ke sisi Shylla. Dan Shylla tersadar saat mendengar tangisan kedua anaknya. Shylla menangis haru. Anaknya lahir dengan selamat dan sehat, Suaminya telah kembali untuk dirinya. Dan dirinya kembali dari koma panjang pasca melahirkan. Shylla berterima kasih kepada Tuhan, karena dirinya bisa kembali kekehidupan damai dengan suami dan 2 anaknya. ***tamat***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN