42. Menyerahkan diri

1166 Kata

“Hay.” Sapa Samuel pada laki-laki yang duduk dikursi dengan tangan dan kaki yang diikat. “Jawab dong!!” Sambung Samuel, yang tidak mendapat jawaban dari laki-laki dihadapannya. “Mau apa kamu?” Tanya laki-laki itu dengan suara bergetar. Tubuhnya yang basah kuyub serta luka-luka lebam diwajahnya. Sejak semalam laki-laki itu terus disiram dengan air dingin oleh orang suruhan Samuel karena tidak mau mengakui kejahatannya. “Mau cari tau tentang kematian kak Farel.” Jawab Samuel dengan suara pelan, tangannya dia gunakan untuk memegang pundak laki-laki itu. Tubuh laki-laki itu mematung saat Samuel menyebut nama Farel, “Loh kenapa kok tegang?” Tanya Samuel yang menyadari perubahan wajah laki-laki disamping nya. “Andre-Andre gua udah tau, kalau lo yang udah bantu Siska buat nyelakain kak Fare

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN