43. Kesedihan Naila

1171 Kata

“s**l, ngapain ada polisi dirumah gua?” Tanya Siska dalam hati, dengan cepat dia memutar balik mobilnya untuk menghindari polisi. “Maaf pak, saya benar-benar tidak tahu putri saya ada dimana.” Jawab mami Siska dengan berlinang air mata. Hatinya sangat hancur mendengar anaknya yang sudah merencanakan pembunuhan terhadap Farel kakak tunangannya. “Tolong kerjasama nya Bu, jika anak ibu kembali dimohon untuk segera menghubungi pihak kepolisian.” Kata polisi itu, setelah itu kedua polisi itu berpamitan untuk pergi. “Apa ini alasan kenapa dulu Siska minta pindah tiba-tiba.” Gumam mami Siska, badannya luruh kelantai karena tidak bisa menahan beban tubuhnya. “Mami gak percaya kamu lakuin ini nak.” Sambung mami Siska, air matanya terus berlinang membasahi pipinya. . . . Ditempat lain. “Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN