“Ayo biar aku antar.” Kata Adit dengan suara datar kepada Alya. Mau tidak mau Alya menurut dengan Adit, wajah Adit yang memerah karena marah membuat Alya tidak berani memandang wajah itu. Didalam perjalanan tidak ada pembicaraan yang mereka bicarakan, hanya ada suara mesin mobil yang menghiasi perjalanan mereka. Sesekali Alya melirik Adit yang fokus pada kemudinya, “Mas!!” Panggil Alya pelan. Adit melirik sekilas Alya yang memanggilnya sebelum kembali pada kemudinya, “Apa wanita tadi tunangan mas dulu?” Tanya Alya, seharusnya dia tidak usah menanyakan ini karena dia sudah tau jawabannya. “Iya.” Jawab Adit membuat Alya langsung terdiam beberapa saat. Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan sampai mobil Adit berhenti didepan rumah mereka. “Kalau gitu aku langsung kekantor lagi.” Kata A

