“Ayo Dit kita pergi.” Kata Farel, dengan cepat Farel menarik tangan Adit untuk pergi kekamarnya. “Sekarang kamu ikut kakak pergi.” Sambung Farel, Adit mengikuti perkataan sang kakak. Dia mengemasi barang-barang nya kedalam koper dan tas miliknya. “Ayo Dit!” Kata Farel, Adit mengangguk kemudian mengikuti langkah kaki Farel untuk keluar. Farel sangat muak dengan kedua orang tuanya, yang tidak pernah memperhatikan dirinya dan adiknya. “Kalian mau kemana?” Tanya Naila, air mata Naila sudah meluncur sempurna dipipinya. Farel meletakkan kunci mobil nya dan kunci mobil Adit dimeja dihadapan Malik, Malik melirik dua kunci itu. “Kita pergi!” Kata Farel penuh penekanan. Itulah sebabnya Adit sangat menyayangi Farel sebab hanya Farel yang memberi dirinya perhatian. “Farel Adit, jangan tinggalin

