Chapter 19

918 Kata

Devian sigap membuka pintu untuk Brianna, pria itu jelas terlalu senang hari ini dan Brianna sangat tahu alasan dibalik kesenangan itu. Brianna akan memasak untuknya, walau itu bukan hal yang akan terlalu wah untuk disenangkan, kadang semua yang bersangkutan dengan Devian memang sesederhana itu. Tapi juga bisa begitu rumit hingga seperti teka-teki silang. Brianna berdiri di samping mobil. Menatap ke rumah pria itu yang membuat rahangnya jatuh menganga. Rumah Devian sangat besar dan mewah. Dua pilar menjulang di depannya dengan warna emas mengkilat. Rumah itu dikelilingi dengan pepohonan tampak kekar dan juga kuat. Angin sebesar apapun tidak akan menggoyahkannya, pepohonan itu seperti pengawalnya. Kadang gadis itu selalu lupa kalau Devian memang sekaya ini. Dia tidak bisa membayangkan b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN