Brianna berdiri di depan wastafel dengan kedua tangan memegang cangkir miliknya yang harusnya dia cuci. Tapi gadis itu tampak tidak fokus dengan apa yang sedang dia lakukan. Waktu makan siang sebentar lagi akan tiba dan Devian bilang akan menjemputnya untuk makan siang bersama. Tadi pagi Devian bilang ada urusan jadi dia tidak bisa mengantar Brianna ke kantor. Jadi gadis itu pergi dengan Hendrik. Tapi jelas bukan hal itu yang mengganggunya saat ini. Juga tentu saja bukan seks mereka yang dilakukan beberapa hari ini dengan sangat menakjubkan. Ini semua berawal dari tadi malam. Ketika Brianna terbangun oleh suara petir yang menggelegar hingga memekakkan telinganya. Juga kilat cahaya yang menembus ke jendela kamar Devian di mana pria itu masih berbaring di sana. Devian tidak terganggu deng

