Devian melemparkan kunci mobil milik Brianna di meja bunda kecil ruang tengahnya, lalu dia sendiri segera melempar dirinya ke sofa dan mulai bersandar di sana dengan deru nafas yang tidak teratur. Penuh dengan tekanan yang meminta di bebaskan dan bahkan iblis di dalam dirinya terus meminta dia melakukan hal yang buruk. Mungkin membunuh bisa mengobatinya, hanya sedikit darah dan dia akan baik-baik saja. Devian sudah akan mengangkat tubuhnya untuk mencari mangsanya. Mencoba peruntungannya dan melihat apakah ada malam ini sosok yang tidak beruntung karena bertemu dengannya. Tapi sebelum niatnya bahkan terealisasi. Lampu rumahnya sudah lebih dulu menyala. Terang mengenai retina hijau gelapnya. Dia berdecak dengan kesal. "Kupikir aku sudah mengganti sandi pintuku. Bagaimana kau masuk?"

