Aku terdiam. Aku bingung harus menjawab apa. Karena jujur, aku belum bisa sepenuhnya mencintai Dito, aku masih menganggap Dito sebagai seorang teman. Aku memang membuka hatiku padanya, tapi entah kenapa aku belum bisa mencintainya. Jujur hatiku masih berhenti di mas Moondy. Aku tau aku bodoh. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Kutarik nafas panjang. Kuatur lagi hatiku. Aku harus melupakan mas Moondy. Aku harus membuka hatiku pada Dito. Aku menaruh harap besar padanya untuk membimbingku menjadi lebih baik dari sebelumnya, dia sudah sangat baik padaku selama ini. "Aku tau kamu masih mencintaiku. Begitupun aku, aku juga masih mencintai kamu." Mas Moondy semakin mendekat padaku. "Kamu terlalu percaya diri mas." Kataku sambil melangkah kebelakang. "Ngi, kasih aku kesempatan s

