-Ancaman-

1166 Kata

Sati P.O.V "Sayang, awalnya mas ga tau kenapa kamu semarah itu sama dia. Tapi sekarang mas ngerti. Tapi percaya sayang, mas ga pernah mau ngapa-ngapain sama dia. Biarpun dia ngegoda mas tapi bagi mas kamu yang paling menggoda hehehe." kata Mas Sena yang sepertinya berusaha menenangkan ku. Akupun menghela nafas lalu tersenyum kepada suamiku ini. "Maaf tadi ga kekontrol.. Kayaknya anak kita tau kalo itu orang bahaya, rasanya aku tadi kayak kuat banget mas. Aneh deh." ungkap ku. "Iya lah kan yang ada diperut kamu itu anak laki-laki dia harus kuat untuk menjaga mama nya dong." kata Mas Sena. Kamipun berpelukan dan bibirku langsung dilumat habis olehnya. Setelah merasa kalau nafas ku sudah menipis, aku langsung menyudahi lalu melihat berkas-berkas di meja Mas Sena. "Ayo, aku bantu!" ujarku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN