Sati P.O.V Setelah kepergian Tuan Gautama, Mas Sena memeluk ku begitu erat. "Sayang, mas jadi kangen deh sama anak kita. Mas mau nengokin boleh gak?" tanya Mas Sena yang membuatku tertawa namun menggelengkan kepala. "Di rumah aja, jangan disini. Aku malu kalo tiba-tiba ada yang masuk." ujarku menolak ajakannya. "Di kamar lah yang, kan gak ada CCTV juga." ujar Mas Sena yang membuatku menghela nafas pelan lalu menggelengkan kepala lagi. "Perut aku kan lagi sering sakit mas, jangan dulu ya." tolak ku. "Huft! Yaudah deh, yuk kita pulang. Kamu maish kenyang kan sayang?" tanya Mas Sena memastikan. "Iya mas, yuk langsung pulang aja." jawabku sambil tersenyum. *** Aku merasaka sepasang tangan memeluk tubuhku yang sedang berdiri di balkon menatap kesekitar. Angin malam yang terasa sejuk membu

