Sembari merapikan seragamnya Vanka mengguncang lembut lengan Cia, membangungkan sahabatnya itu untuk segera bersiap ke sekolah. Setelah memastikan Cia masuk ke kamar mandi. Vanka beralih ke meja rias untuk sedikit memoles wajahnya yang terlihat pucat dengan kantung mata menghitam, akibat dari dirinya yang nyaris tidak tidur semalaman. kemarin malam, entah sudah berapa puntung rokok menemani kesendiriannya di balkon kamar Hara. Tuntutan Tante Natalie terus berkecamuk dibenaknya. Vanka terlihat putus asa, mengingat keputusan berat yang akan diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk apa yang terjadi kepada Hara. Gadis dingin itu tampak berpikir keras untuk menimbang apakah dia sanggup kehilangan harta yang paling berharga pada dirinya, apakah masih ada cara lain yang dapat dia lakukan

