❗D e l a p a n b e l a s ❗

736 Kata
Aku kira Pak Aarav mengajakku ke supermarket hanya ingin membeli bahan-bahan untuk membuatkannya sup ayam, tapi ternyata tidak. Dia membelikan bahan-bahan lainnya yang sebenarnya tidak diperlukan untuk membuat sup. "Pak, ini banyak banget," ucapku saat troli yang kami bawa sudah hampir penuh. Dia hanya melirikku sekilas lalu kembali memasukan sayur-sayuran segar ke dalamnya. "Gantian," ucapnya setelah beberapa saat kami dilanda keheningan. Aku menatapnya sambil mengerutkan kening, tidak paham dengan maksudnya. "Gantian apanya?" "Minggir." Dia menarik tanganku pelan sehingga aku bergeser ke arah samping troli, "saya yang dorong," ucapnya lalu mendorong troli itu. Aku hanya terdiam sambil terus berjalan di sampingnya. "Kamu mau beli apa lagi? Biar sekalian. Mumpung kita di sini." Aku menggeleng cepat. Aku tidak biasa membeli bahan-bahan kebutuhanku di swalayan, biasanya aku membeli di toko tradisional karena harganya lebih murah. "Enggak ada, Pak." Pak Aarav memutar langkahnya lalu dia mendorong troli masuk ke dalam lorong makanan-makanan ringan. "Adik kamu suka makanan apa?" tanyanya. Aku terdiam sebentar. Melihat-lihat ke arah rak-rak makanan sambil mencari merek snack yang biasanya adikku beli. "Snack yang biasanya Adik saya beli, enggak ada di sini, Pak." Mungkin toko swalayan tidak menjualnya karena biasanya adik-adikku hanya jajan di warung depan rumah. Pak Aarav berhenti lalu dia mengambil sekotak biskuit, dia menunjukannya ke arahku. "Adik kamu suka ini?" tanyanya. "Kalau biskuit suka, tapi enggak pernah makan yang merek itu," ucapku jujur. Pak Aarav mengangguk lalu dia memasukan beberapa kotak biskuit dengan berbagai merek ke dalam troli. "Nanti dicoba ya," ucapnya setelah itu kami berjalan ke arah kasir. Semua belanjaan kami dihitung dan jumlah pembayarannya benar-benar membuatku tercengang. Hampir dua juta, seumur hidupku aku tidak pernah belanja sebanyak itu. Kalau pun aku punya uang dua juta, lebih baik aku habiskan untuk keperluan lain. Pak Aarav mengeluarkan kartu debitnya untuk pembayaran. Ingin rasanya aku menolak dan langsung menganti kartu debit miliknya dengan kartu debit milikku, tetapi aku ingat-ingat lagi, saldo di kartu debitku tidak sampai tiga ratus ribu dan tentunya tidak akan cukup. "Terima kasih ya," ucap Pak Aarav setelah itu kami berdua bergegas memasuki mobil. "Pak," panggiku ditengah-tengah perjalanan. "Ya?" "Nanti kalau saya gajian, uang Bapak yang tadi buat belanja saya ganti ya? Tapi dicicil. Boleh ga?" Pak Aarav langsung menatapku dan memberikan tatapan tajamnya. "Saya enggak minta diganti, Dhara." Sesampainya di basement , Pak Aarav membukakan pintu untukku, mempersilahkan aku untuk jalan lebih dahulu lalu dia mengikutiku dari belakang. Aku sengaja memperlambat langkahku sehingga kami kembali berjalan bersebelahan. "Tapi saya sungkan, Pak. Masa belanja kebutuhan rumah saya, pakai uang bapak." "Yaudah. Kamu boleh ganti uang saya tadi, tapi jangan dengan uang." "Terus pakai apa?" tanyaku sambil menatapnya dengan tatapan antisipasi. Takut dia meminta atau bertindak yang aneh-aneh. "Buatkan saya sup ayam dua porsi ya." Aku terkekeh pelan. "Jangankan dua porsi, Pak. Sepanci juga saya bisa buatkan," ucapku setelah itu kami sama-sama masuk ke dalam mobil, tetapi sebelum itu Pak Aarav sudah memasukan kantung-kantung belanjaan ke bagian belakang mobil. "Dhara," panggilnya saat mobil sudah melaju keluar dari pekarangan gedung. Aku yang sedari tadi menoleh ke arah luar jendela, kini beralih menatapnya. "Kenapa, Pak?" tanyaku. "Kapan-kapan kita simulasi seperti ini lagi ya." Lagi-lagi keningku mengerut. Tidak paham dengan maksud ucapannya. "Simulasi? Maksudnya simulasi apaan, Pak?" "Simulasi kehidupan kita di masa depan. Belanja bersama lalu kamu masakan saya makanan. Persis seperti yang sedang kita lakukan saat ini," ucapnya datar, tapi mampu membuatku tersenyum. Kadang aku merasa tidak yakin dengan keadaan yang aku hadapi sekarang. Bisa-bisanya aku melakukan pendekatan secara intensif dengan dosen pembimbingku sendiri. "Mau tidak, Dhara?" "Iya, Pak." "Yaudah. Lusa kita seperti ini lagi ya?" Eh, jarak waktunya cepat banget. Bersambung Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a. Hanya dengan Rp39.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu. Cara Pembelian: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Me _ TheDarkNight_) 3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp 39.000. 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka". Sekian, terima kasih. Sampai bertemu di k********a ya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN