Jangan membuatku muak, Brenda.

1091 Kata
Brenda tiba-tiba muncul di depan pintu ruang kerja Daniel, tentu saja dia tersenyum dengan wajah sumringah. Perempuan cantik itu kemudian masuk begitu saja dengan pakaian super minim dan mencoba untuk menggoda mantan suaminya lagi. "Daniel, aku butuh bicara denganmu." Katanya Daniel, yang sebelumnya tengah asyik mengutak-atik buku catatannya, terlonjak kaget melihat Brenda di hadapannya. Dahi Daniel berkerut, dan ekspresinya berubah menjadi bingung dan kesal. "Untuk apa kau kesini?" tanyanya dengan nada yang agak tajam, sesuatu yang jarang sekali ia tunjukkan. Brenda menghela nafas dalam-dalam, mencoba mengatasi dirinya. "Ada sesuatu yang harus kujelaskan, Daniel. Ini penting." Daniel mengepalkan tangannya, mengejar jawaban. "Bicaralah, Brenda. Jangan buang waktu." "Aku ingin kembali padamu, Dan aku berjanji kalau aku akan merubah sifatku tapi Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi," ujarnya Pria tampan tersebut menutup layar laptopnya dan berdiri lalu tertawa. "Apa yang kau tertawakan?" Tanya Brenda Daniel melangkah mendekat ke arah perempuan itu lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Aku tidak akan kembali pada seseorang yang telah pergi, kau pikir aku pria yang begitu menggilai seorang perempuan? Aku bahkan bisa mendapatkan 100 orang sepertimu, lupakan tentang niatmu itu karena aku tidak akan pernah mau kembali pada orang sepertimu, Apa kau lupa kalau aku lebih menyukai perempuan perawan yang belum disentuh oleh laki-laki lain? Aku bahkan tidak sanggup untuk membicarakan tentang dirimu," Brenda memang telah mengakui bahwa dia telah berselingkuh saat masih terikat pernikahan dengan Daniel, dan ini adalah salah satu alasan mengapa ia datang untuk berbicara dengannya. "Aku tahu ini salah, Daniel," ucapnya dengan suara lemah. "Aku merasa sangat menyesal dan aku ingin memperbaiki semuanya." "Tidak ada kesempatan kedua, Sekarang pergilah jangan membuatku muak," ujarnya "Tapi Daniel," ucap Brenda, perempuan itu masih mencoba memohon pada pria tersebut untuk memberikan kesempatan kedua. Daniel menggelengkan kepalanya saat mendengar apapun yang perempuan itu katakan, kali ini dia harus berbicara dengan tegas, Sambil menatap tajam ke arah perempuan tersebut, Daniel mengumpat "Brenda, aku minta tolong, jangan menemuiku lagi. Aku merasa terganggu dengan kehadiranmu, ini semakin memuakkan, aku tidak mau melihat perempuan murahan seperti mu, jadi pergilah dan jangan tunjukkan wajah mu di hadapan ku." Brenda merasa sesak d**a mendengar permintaan itu, Ketika Daniel meminta Brenda untuk tidak menemuinya lagi, Brenda merasa putus asa dan marah. Dia menolak pergi dengan keras, berteriak dengan lantang, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Daniel! Aku masih mencintaimu!" Brenda merasa cemas dan putus asa namun tetap berusaha untuk mempertahankan hubungan yang telah kandas. "Berhentilah bersikap bodoh Brenda, aku merasa terganggu dengan semua ini. Kau pernah mengkhianati kepercayaanku, dan Aku muak denganmu, jadi sekarang pergi lah, jangan membuatku marah dan melakukan tindakan yang tidak seharusnya aku lakukan " ujar nya " Daniel, aku menyesal sekali atas apa yang kulakukan. Aku masih mencintaimu, dan aku tidak ingin kehilanganmu." Perempuan itu terus memohon namun Daniel tetap mengabaikannya "Kau belum melihat sisi gelapku, sekarang pergilah sebelum aku melupakan, kalau kau adalah seorang perempuan," ujarnya tegas Brenda seketika memeluk Daniel dengan sangat erat, namun pria itu langsung menghempaskan tubuh perempuan tersebut hingga terjatuh ke lantai Merasa geram dengan tindakan perempuan itu, Daniel mendekat dan mencengkeram dagu Brenda lalu menatapnya tajam. "Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak melakukan tindakan yang membuatku marah, kau belum tahu siapa aku yang sebenarnya, jadi sekarang pergilah atau Aku akan membunuhmu di sini," Perempuan itu menelan ludahnya, Daniel berbeda, dulu dia adalah pria yang lembut dan penuh perhatian tapi kenapa sekarang tatapannya seperti memiliki Aura misterius. Apa yang sebenarnya Daniel sembunyikan, Kenapa dia bisa berubah menjadi seperti ini? " Tapi, Daniel, aku masih mencintaimu. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa melepasmu begitu saja." "Menghindari ku adalah keputusan yang harus kau ambil. Aku dan Ayuni telah memasuki fase hidup yang berbeda, dan aku tidak ingin merusak pernikahanku dengan Ayuni." " Ini begitu sulit bagiku, Daniel. Aku hanya ingin kembali seperti dulu." " aku sudah membuat keputusan ini. Kau harus pergi sekarang juga!" Pria itu sudah muak dengan Brenda yang semula begitu dia cintai namun kepercayaannya hancur ketika dia melihat bagaimana istrinya tersebut tidur dengan beberapa laki-laki lain. Daniel badan tidak mau lagi menyentuhnya karena merasa jijik dengan kelakuan Sang istri. "Bagaimana bisa kau begitu dingin padaku setelah semua yang kita lewati bersama, bukankah kau hanya mencintai ku!" Daniel tertawa terbahak-bahak lalu mendorong perempuan itu. " Kau telah merusak kepercayaanku, Brenda! Aku tidak bisa lagi mempercayaimu." " Aku menyesal, Daniel. Aku tahu aku salah." Pria tampan itu sudah tidak tahan lagi, dia menarik pergelangan tangan Brenda dan mengusir nya "Itu tidak akan mengubah apa-apa! Aku telah membangun hidupku bersama Ayuni, dan aku tidak akan menghancurkannya karena tindakanmu, sekarang pergilah," "Tapi Daniel," " Brenda, aku sudah memberitahumu. Ini sudah cukup!" Daniel dengan mantap mengambil tindakan tegas. Dia mengambil ponselnya dan memanggil satpam. Dalam sekejap, satpam datang . "Bawa perempuan b******k ini pergi dari hadapan ku, jangan sampai dia kembali lagi ke sini." Ujarnya "Baik tuan," sahut security itu. Brenda, dengan hati hancur dan mata yang masih berkaca-kaca, memahami bahwa tidak ada lagi kesempatan. Ia meninggalkan ruangan itu dengan langkah-langkah guncang, membiarkan pintu ruangan Daniel tertutup di belakangnya. Dave, yang secara tidak sengaja melihat Brenda di luar ruangan Daniel, mengerutkan keningnya dengan penuh kebingungan dan keheranan. Bukankah perempuan itu yang meninggalkan Daniel? Kenapa dia kembali lagi. Dave berusaha menahan diri untuk tidak ikut campur dalam situasi yang sangat rumit ini, tetapi ekspresinya yang mengerutkan kening mencerminkan rasa kesal atas perbuatan Brenda karena telah mengkhianati sahabatnya yaitu Daniel Setelah Brenda pergi, Dave, yang masih tercengang dengan kejadian tersebut, mendekati Daniel dengan ekspresi yang penuh pertanyaan. Ia bertanya dengan hati-hati, "untuk apa wanita itu datang?" Daniel menghela nafas berat namun tidak menjawab pertanyaan Dave. "Apakah semuanya baik-baik saja, Daniel?" Tanya Dave yang melihat reaksi wajah teman yang berubah "Ngomong-ngomong, ada apa? apakah ada berkas penting untuk ku tanda tangani?" Tanya pria itu yang mencoba menutup pembicaraan tentang Brenda. "Ini adalah data-data perusahaan Alejandro, bukankah kau menginginkan yang kemarin?" Tanya Dave "Good, berikan padaku," sahutnya "Kau tahu Daniel, tampak nya mereka ingin menggandakan upaya untuk bersaing dengan kita di pasar. Kita perlu mempertimbangkan langkah-langkah strategis kita." Pungkas Dave sambil duduk berhadapan dengan Daniel "Menyaingi? Dave, kau tahu, perusahaan Alejandro pernah menyakiti adikku ketika dia masih hidup, Aku tidak akan membiarkan mereka berada jauh di atasku bahkan aku akan menghempaskan saham mereka hinggap bawah," pungkas Daniel Dave tertawa lebar "Kau benar, kita tidak boleh melupakan itu, dan jika mereka ingin bermain keras, maka kita juga siap menghadapinya." Sahut Dave Daniel tertawa lebar, dia baru menyusun rencana namun perusahaan Alejandro sudah ketar-ketir. Rencana belum matang sepenuhnya, jika itu terjadi maka perusahaan Alejandro akan jatuh di tangan Daniel dan keluarga Alejandro akan jatuh miskin di jalanan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN