Di sofa ruang tamu, Gibran terlihat frustasi dan tak percaya dengan apa yang dia alami. Kemarin hubungannya dan Syana masih baik-baik saja. Tak ada masalah apa pun. Namun, sekarang Syana pergi meninggalkan dia tanpa dia tahu alasannya. “Aaarrggghh....” teriak Gibran kemudian mengacak rambutnya kasar. Detik kemudian bel pintu apartemennya berbunyi. Dengan langkah gontai Gibran berjalan menuju pintu dan membukanya. Terlihat Vino dan Esti yang tampak terkejut dengan penampilan Gibran yang..... ooohhh.. astagaa... keduanya saling pandang membuat Gibran menghembuskan nafas kasar. “Loe kenapa ?” tanya Vino. Namun, Gibran malah berjalan masuk ke dalam apartemen dan menghempaskan tubuhnya kasar ke sofa, di ikuti Esti dan Vino yang masih bingung. Setelah beberapa menit diam, Gibran menegakkan t

