Di ruang tamu, Gibran terus memikirkan apa maksud Syana menulis kata ‘we’ di surat itu. Seharusnya dia menulis kata ‘I’ bukan ‘we’. Di saat semua tengah larut dalam pikirannya masing-masing. Terdengar pintu kamar Gibran terbuka menampilkan Esti yang masih terlihat syok dan berjalan pelan ke arah ke empat pria yang dari tadi menunggunya. Semua tampak mengerutkan kening saat melihat keadaan Esti yang terlihat aneh. “Kamu kenapa beb.?” Tanya Vino lembut saat Esti sudah kembali duduk di sampingnya. Esti menoleh menatap Vino dan menyerahkan apa yang dia temukan di kamar mandi Syana dan Gibran. Vino pun langsung menerima benda itu dan membukanya. hingga semua yang di ruangan itu tampak terkejut melihat apa yang dibawa Esti. “Alat tes kehamilan ?” tanya Vino. Membuat Gibran langsung merebutny

