Di ruangan bernuansa putih dan bau khas obat-obatan serta bunyi alat-alat medis membuat suasana makin menyayat hati. Dengan perasaan yang campur aduk, Robi yang berpakaian khusus itu pun mendekat ke arah mantan istri yang sampai saat ini masih sangat dia cintai. Menatap wajah putih pucat yang masih terlihat cantik meskipun tanpa make up. Perlahan mengulurkan tangan, membelai wajah cantik itu. “Seandainya, dulu aku bisa jujur sama kamu. Mungkin semua nggak akan seperti ini. Keluarga kita terus harmonis dan penuh kebahagiaan. Aku minta maaf untuk semuanya. Aku mau kita kembali bersama. Tolong! buka matamu.” Ucap Robi lirih dengan sesekali mengusap ujung matanya yang berair. Hingga menit berlalu Rita tak kunjung menunjukkan tanda-tanda mau sadar. Membuat Robi menghela nafas panjang. Menga

