Untung Sayang

1435 Kata

Jam menunjukkan pukul delapan lebih empat puluh menit, udara juga semakin dingin dan kaki yang dari tadi mengemban berat badan pun sudah mulai menunjukkan protesnya. Membuat kedua anak adam berbeda jenis itu terpaksa menyudahi keromantisan di puncak bukit yang remang-remang tersebut. “Udah malam, pulang yuk !.” ajak Gibran. “Ayok. Keburu dicariin.” Jawab Syana. Ya meskipun tadi sudah pamit dan perginya juga berdua. Tetap saja mereka tak akan melupakan peraturan yang harus sudah sampai rumah sebelum jam 10 malam. Kriiiinnggg.... Tepat saat mereka berdua masuk ke dalam mobil, ponsel Syana yang ada di dalam tas pun berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Mengambil ponsel tersebut dan melihat tertera nama ‘BUNDA’ bergerak-gerak di layar tipis itu. “Tuh kan.” Ucap Syana sambil tersenyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN