Setelah meminta izin ke panitia dan pemain yang lain. Gibran memutuskan untuk mengajak Syana segera pulang karena keadaan Syana yang masih syok dengan kejadian yang baru pertama kalinya dia alami. Dengan penuh perhatian Gibran menuntun Syana sampai ke dalam mobil, disusul Vino yang sama-sama menggandeng Esti. “Gue duluan, Vin.” Pamit Gibran dan memasuki mobilnya. “Yo’i . hati-hati, kalau ada apa-apa cepat hubungi gue.” Ucap Vino. “Sip.” Jawab Gibran dengan mengacungkan jempolnya. Perlahan mobil putih itu berjalan meninggalkan area parkir. Menyisakan Vino dan Esti yang masih diam di dalam mobil. Esti yang belum percaya dengan apa yang dia alami hari ini tampak pucat, membuat Vino tak tega. Menggenggam tangan gadisnya dan menatap mata jernih itu dalam. “Beb, are you okey?” tanya Vino

