Mencintai dalam diam itu sama halnya dengan nahan kentut. Bukannya semakin mereda tapi malah semakin membesar dan jadi boomerang buat diri sendiri. Terkadang kita juga akan terus merasa sakit hati ataupun cemburu saat si doi deket dengan orang lain. Sampai-sampai tanpa sadar kita melampiaskan kekesalan itu ke doi yang tak tahu apa-apa. Dengan mulut yang setia manyun , Syana menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke sofa ruang tamu. Entah kenapa hatinya panas melihat interaksi antara Esti dan Gibran. Padahal dia tahu Esti itu pacar Vino dan Gibran jelas-jelas sudah hak milik dia paten. Tapi rasa itu benar-benar membuat Syana tak dapat berpikir realistis. Cemburu ?? hmm... mungkin saja. “Na. ?!” panggil Gibran yang menyusulnya dan mendekat duduk di samping Syana. “Kamu kenapa ? kok tiba-t

