Pingkan terus menggodaku, baik lewat matanya atau senyum penuh artinya yang terus dia perlihatkan padaku sejak kami menjemputnya di bandara. Salahkan Rangga yang tidak mau melepaskan tangannya dariku sedari tadi. Walau dia juga menggandeng Ganta tapi tetap aku tidak bisa menjauh sedetikpun. Dia juga tidak segan curi kesempatan untuk mengecup bibirku didepan Pingkan dan Andreas yang hanya bisa tersenyum geli menatap kami. Tapi dibalik itu aku melihat Ganta sangat bahagia. Kadang bila Rangga menggendongnya di pundak, Ganta ingin aku memeluk mereka berdua. Dan aku belum pernah melihat dia bersemangat seperti itu. Aku merasa sedikit bersalah karena telah memisahkannya dengan Papanya selama ini. "Malam ini kita jalan aja sebentar sekalian dinner ya. Sekarang istirahat dulu." Jelas Rangga. K

