Aku menggeliat dan meregangkan tubuhku. Rupanya tidurku amat sangat lelap sampai aku tidak menyadari bahwa dua lelaki itu sudah bangun dan sibuk menyiapkan sarapan. Aku keluar kamar mendengar celoteh Ganta tentang teman sekolahnya. Ganta menoleh saat mendengar suara pintu tertutup. "Pagi Mama.." Aku memeluknya dan mencium puncak kepalanya. "Pagi sayang. Udah sarapan ya.." Ganta mengangguk. "Kok Mama gak cium Papa?" Mataku yang masih mengantuk sekejap membelalak seketika. Astaga ada apa dengan anak itu dan cium mencium? "Ganta, Mama...." kalimatku terhenti saat aku merasakan sengatan listrik di bibirku ketika Rangga mengecupku dengan tiba-tiba. "Nah gitu donk. Kaya Mama Ariana sama Papa Liam. Ganta sering liat mereka cium-cium, peluk-peluk." Ya Tuhan, aku harus bicara pada Liam lain

