Mei sudah memutuskan untuk berbicara pada suaminya malam ini, Mei juga sudah menyiapkan mentalnya terhadap apapun yang terjadi ke depannya. Malam ini Mei memasak masakan kesukaan suaminya, telur ceplok balado dan tumis pokcoy dengan bakso. Mei juga membuatkan brownies untuk Zaka, sambil berdebar menanti suaminya pulang, Mei duduk di sofa depan TV. Sesekali melirik ponselnya, Didu mengirimkan pesan kepada Mei agar mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Zaka. Mei hanya membacanya, tidak berniat membalasnya. Mei sedang menyiapkan energi untuk membuka aib yang telah ia lakukan beberapa bulan lalu bersama Didu. Waktu serasa lambat berputar, sudah pukul tujuh, Zaka belum juga kembali. Padahal Zaka sudah berjanji akan makan malam di rumah. Baru saja Mei akan menelepon suaminya, Lelaki itu tela

