“Ada apa Be?” Bukannya menjawab, Bening malah terlihat meneteskan air mata. Karena tahu putrinya hari itu pergi ke makam cucunya yang sudah meninggal, Arkan sengaja mengirimkan foto bayi itu ke sang putri. Bening pun terkejut, dia tidak tahu jika selama ini papanya memiliki foto anaknya dan Glass yang sudah meninggal. Hingga pundaknya bergetar, dia takjub sekaligus kembali berduka melihat foto bayinya yang seperti tertidur dengan damai. Glass pun berdiri, dia merangkul pundak Bening dan menerima ponsel yang masih berada digenggaman gadis itu. Glass pun melihat pesan Arkan, bibirnya tersenyum pilu. Ia peluk Bening sambil memandangi foto yang dikirimkan pria yang masih dia anggap papa mertua itu. “Dia cantik Be, dia tidak mirip denganku, dia mirip denganmu,” ucap Glass sebelum memelu

