“Menikah Minggu depan?” Bening jelas saja terekejut, meski memang tidak mengharapkan pesta meriah tapi tetap saja pertanyaan Glass itu membuatnya bingung. “Jangan bercanda Glass! setidaknya satu bulan lagi,” jawab Bening dengan mata menyipit. “Tidak bisa, aku akan mengurus semua secepatnya. Jika perlu kita menikah secara agama lagi saja dulu.” “Glass!” Bening tak habis pikir, kenapa Glass nampak begitu buru-buru. Pria itu bahkan memintanya untuk tidak perlu memikirkan apa-apa karena dia yang akan menyiapkan semuanya. “Lebih baik ayo kita pergi menengok Maha.” Glass menarik tangan Bening keluar kamar.Melepasnya setelah sampai di luar dan menggendong Olla. Ia membiarkan Bening tertinggal di belakang. “Om, Olla bisa jalan sendiri kok,” ucap Olla. Bocah itu kaget karena Glass tiba

