“Rindu? Siapa Rindu?” “Dia … “ Bening memilih bangkit dari duduknya untuk membuka pintu kamar, dia melihat seorang gadis membawa bungkusan sedang berhadap-hadapan dengan mertuanya di ruang tamu. Gadis yang diyakininya bernama Rindu itu menatapnya kaget karena keluar dari dalam kamar Glass, disusul oleh pemuda itu. “Hai … Mas Nanda,” sapa Rindu ke Glass kemudian mengalihkan pandangan matanya ke Bening. Gadis itu bahkan menyisir penampilan Bening dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Aku mau ngembaliin bukunya Mas,” imbuh gadis itu sambil menyerahkan buku di tangannya. “Ini buat Bu Fitria.” Rindu memberikan sebuah kantong kresek yang kemungkinan berisi makanan. Fitria pun mengucapkan terima kasih, wanita itu dan putranya sama-sama menawari Rindu untuk duduk, tapi gadis itu terliha

