Bab 17

1767 Kata

“Dia suamiku, kakek mau apa?” Farhan melirik dua pengawalnya yang terus menunduk hingga membuat gerakan dengan mata untuk meminta mereka pergi. Dua orang itu mengangguk dan langsung keluar menutup pintu, keduanya tidak bisa menahan Bening karena gadis itu mengancam akan membuat mereka dipecat jika sampai berani menghalangi. “Be!” panggil Glass. Ia takut Bening berselisih paham dengan Farhan. “Bukankah kakek sudah bilang, kamu tidak boleh menikah dengan pria sembarangan. Bahkan Cucu pertama keluarga Prawira saja kakek tidak menyukainya,” ucap Farhan. Pria itu berbicara sesuka hati tanpa memerdulikan perasaan Glass yang mungkin saja dibuatnya terluka. “Lalu menurut kakek aku harus menikahi siapa? pangeran? Siapa pria yang kakek pikir pantas untukku?” tanya Bening dengan wajah yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN