“Kenapa ibu bisa bilang begitu? Jangan terbujuk omongan kak Roy, Bu. Ibu tahu ‘kan sifatnya seperti apa?” ucap Glass. Pemuda itu menyesal karena kemarin sudah bertengkar dengan Bening tanpa memikirkan kebenarannya dulu. Begitulah jadinya jika orang sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil dipengaruhi. Glass yang saat itu mencemaskan kondisi Fitria harus mendapat bisikan dari Roy yang menjelek-jelekkan Bening. “Glass lebih baik kamu pisah saja, kamu bisa kembali ke keluarga Wijaya dan mendapatkan masa depan yang lebih cerah.” “Ibu!” Glass terperanga, dia tidak percaya Fitria dengan mudah memintanya berpisah dengan Bening yang benar-benar dia cintai setulus hati. “Aku sampai kapan pun tidak akan berpisah dengannya! aku mencintainya.” “Hah … apa kamu yakin dia mencintaimu deng

