24 “Pak Bagus, ada yang bening tuh mahasiswi yang PKL." Verlita mencoba menggoda Bagus. Bagus tetap berkonsentrasi pada layar komputer yang ada di depannya. "Saya nggak suka bocah Bu, saya lebih suka tante-tante, males ngadepin bocah, merengek-rengek kayak biola." Dan tawa Verlita langsung terdengar di ruangan Bagus yang juga ada beberapa karyawan yang lain. "Bu, sudah tahu juga Pak Bagus masih belum bisa move on dari ibu bos masih aja digodain sama anak baru." "Biarin Pak Adam, biar dia mulai belajar suka lagi sama daun muda masa terus-terusan sedih aja kan gak ada warna yang namanya hidup kalo Stuck aja, masa gara-gara satu orang tante hidup jadi selesai?" sahut Verlita menimpali ucapan staf marketing yang juga duduk tak jauh dari Bagus. "Buuu, ini juga dalam rangka belajar move o

