23 “Yunda ada permohonan mahasiswa PKL di sini, tiga orang." Verlita meletakkan map di meja Ayunda. "Iya silakan aja, nanti Kakak yang atur, posisi mereka nanti di mana." "Ok, gimana Bagas?" "Aku masih belum ketemu, biarkan saja dulu sampai marahnya hilang, aku hapal betul dia Kak." "Yah, kalian hanya berdua, semoga selalu rukun, jangan sampe karena masalah ini kalian jadi gak akur, aku tahu kalo dia sayang sama kamu makanya dia sampe kayak gitu." Ayunda mengangguk. "Ikut bela sungkawa ya Yu, aku kaget banget dengernya, baru juga kalian nikah." "Iya makasih Kak, sebenarnya aku juga kaget Kak, apalagi aku kan lihat bagaimana jenazah mama mertua di bathtub, rasanya masih kebayang terus, kasihan Kak, dia sabar, ada apa sampe kayak gitu?" "Orang kaya ya, kita sering gak ngerti, mereka

