Ezhar ingat betapa terlukanya Yifei saat diusir Wikra dari rumah. Sahabatnya itu terpuruk, sedih dan terluka. Tetapi tak sekalipun ditunjukkan pada siapapun. Dari saat mereka remaja, wanita itu selalu sama, yakni pura-pura kuat. Terlihat tangguh dan kokoh seperti tidak ada yang bisa menggoncangnya. Bahkan ketika kedua orang tuanya meninggal, gadis itu tidak menunjukkan kesedihan. Gadis sebatang kara tidak memiliki kerabat, usianya baru 16 tahun, sangat muda untuk mengurus pemakaman, hutang piutang dan pengajian. Namun, Yifei bisa. Dia mampu menyelesaikan urusan yang belum pernah dia pelajari. "Fei, kamu istirahat aja, biar aku yang nerima tamu." Ezhar tidak pernah melupakan hari itu, hari di mana Yifei kehilangan orang tua. "Aku mau tidur bentar ya. Nanti bangunin jam tiga." "Iya, ka

