Setelah Ahin ditemukan, Yifei tidur seharian, dia enggan bangun. Katanya lelah. Ahin menunggu ibunya di kamar. "Ahin main aja sama Papa, Mama mau tidur." Yifei lemas setelah minum obat. Perutnya sangat sakit. "Mama nanti bangun?" tanya Ahin. Dia sangat takut Yifei tidak bangun lagi. Tangan Yifei terulur, mengusap wajah Ahin dengan lembut. Kepalanya mengangguk. "Mama akan bangun untuk Ahin," jawab Yifei. Bocah itu memeluk Yifei yang berbaring, enggan pergi meninggalkan ibunya. "Ahin belum makan 'kan? Cepat makan malam sana." "Mama makan?" tanya Ahin, kepalanya mendongak ke atas. "Nanti Mama makan kalau Ahin udah makan," jawab Yifei. "Ahin makan." Bocah itu melepaskan pelukannya, dia turun dari ranjang, berlari menuju pintu, hampir bertabrakan dengan Wikra yang baru membu

