Wikra bisa tahu betapa Yifei merasa tidak diinginkan, perkataannya seperti orang yang sangat tersakiti. Padahal ia tidak berniat menyakiti Yifei lagi. Apalagi membunuh Ahin. Sejahat-jahatnya dia tidak mungkin berniat mencelakai anaknya sendiri. Tangisan Yifei membuat Wikra sadar betapa jahatnya dia di masa lalu, ia juga merasa sangat bersalah. Hatinya sakit, ingin memutar waktu dan menyelamatkan putranya. Pantas saja dulu Yifei pergi ketika hamil, Yifei tidak akan menyerahkan anak pada orang bodoh sepertinya. "Maaf, maafkan aku." Wikra mendekap Yifei yang terus memukul dadanya. "Kembalikan Ahin, aku mohon. Hanya dia alasanku hidup." Yifei masih menangis dalam pelukan Wikra, memukul d**a terus menerus. Hingga wanita itu jatuh pingsan. "Fei! Yifei! Bangun!" Wikra mengangkat tubuh lema

