Kehilangan adalah pahit yang tak pernah dikecap lidah. - Avianti Armand . Rasa sakit akibat peluru yang menembus kulit Kenanga itu semakin terasa panas menyerang organ tubuhnya. Kenanga sudah tidak tahu lagi harus bagaimana walau dia masih bertekad untuk bangun dan sadar, tapi dia tidak bisa. "Uhuk!" dia terbatuk dengan darah yang menyembur keluar. Beberapa kali dia mendengar panggilan di telinganya tapi tenaganya tidak cukup mampu membalas. Matanya sudah kabur untuk mengenali wajah orang lain saat ini. "Kenanga! Kenanga!" telinga Kenanga dengan jelas mendengar namanya dipanggil. "Bertahan bentar lagi, kita udah telfon bantuan," ketua tim terus berkoordinasi dengan pusat mengenai kondisi salah satu anggotanya yang terluka parah ini. "Uhuk! Uhuk!" Kenanga terbatuk lagi denga

