“Kamu kenapa?” tanya Danita karena dia mendengar Yudit tidak berhenti menghela napas. Namun Yudit menggelengkan kepalanya di ceruk leher Danita. Danita yang paham Yudit sedang tidak ingin membagikan ceritanya pun diam, dia cuma membantu Yudit dengan cara memeluk tubuh prianya dengan sama eratnya. Mengusap rambut Yudit memberikan ketenangan karena hanya ini yang bisa dia lakukan. “Aku ada di sini buat kamu,” ucap Danita pada Yudit dengan tulus. /// Danita menatap Yudit dengan khawatir sejak tadi. Luka di wajah Yudit serta penampilannya yang kacau, selalu membuat Danita ingin meminta pada Yudit untuk berhenti melukai dirinya sendiri. Karena harus sampai kapan dirinya akan melihat Yudit datang padanya dengan keadaan yagn tidak baik-baik saja? Bahkan saat ini dia pun melihat Yudit

