"Stop!" teriakku membuat Mas Alvan melepas cengkramannya. "Aku akan telepon polisi!" Ku ambil ganggang telepon lalu segera menekan nomor telepon kantor polisi. Biar Mas Alvan tahu rasa setelah main-main denganku. Biar kapok! Terdengar suara sambungan telepon tapi belum juga diangkat. Tak berselang lama terdengar suara pria. "Hallo Pak ...." Tuutt... Tuuutt... Tuuutt. Sambungan telepon diputus sepihak oleh suamiku. "Jangan telepon polisi Al!" Mas Alvan mengiba. "Biar Pak Dahlan di penjara,Mas. Aku tak mau kamu difitnah. Biar semua orang tahu kebenarannya." Ku tekan lagi nomor yang sama.Mas Alvan kembali menggagalkan panggilan teleponku. "Kenapa sih, Mas? Aku ingin tahu kebenarannya." "Aku yang mengambil uang itu," ucapnya sambil menundukkan kepala. Akhirnya kamu mengaku ju

