Ancaman Alia

1366 Kata

Kreeek... Suara pintu di buka dari luar. Itu pasti Pak Dahlan, manager keuangan. Segera kuputar kursi hingga bisa berhadapan dengan beliau. Mata membulat sempurna saat melihat siapa yang ada di hadapanku. Dengan wajah merah padam ia menatap ke arahku. Tapi sayang aku sama sekali tidak takut untuk itu. Aneh, kenapa dia bisa secepat ini datang ke kantor? Bukannya tadi dia masih tidur dengan nyenyak. Atau jangan-jangan ada orang yang memberitahu jika aku ada di kantor. Lalu siapa yang kata-kata itu? Bik Sum kah? Atau mungkin orang kantor. Tapi siapa? Berbagai pertanyaan silih berganti memenuhi pikiranku. "Alia!" Lelaki yang memakai pakaian tak matching berjalan mendekat dengan d**a naik turun menahan emosi. Ku lihat seksama Mas Alvan. Aku ingin tertawa melihat dia memakai kemeja ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN