Clara yang merasa kesal dengan godaan sekelompok pemuda tadi langsung pulang kerumah dengan wajah yang cemberut sekali
Apa lagi anak-anak di desanya Sangat bertata Krama sekali , mereka di ajarkan untuk tidak menyapa seseorang yang hendak mandi apa lagi seorang pemuda kepada seorang pemudi
kesannya lebih tidak sopan saja , gitu
padahal apa yang di lakukan mereka tadi adalah hal yang biasa saja mungkin terjadi pada siapapun ,tapi Clara menganggap nya itu pelecehan
Ia langsung masuk kedalam kamar melihat neneknya yang sedang asik menonton televisi
ya acara perkembangan berita tentang dunia saat ini , neneknya adalah mantan istri kades jaman dahulu ,tapi karena kakek Clara adalah kades yang jujur jadi mereka tak mendapatkan apapun dari jabatannya tersebut
Clara langsung mengganti pakaiannya dan menelpon ibunya
"Halo ibu ..."
"Clara , ibu saja yang telpon nak. nanti habis pulsa mu "
"Baiklah ibu "
Selalu saja begitu kadang Clara hanya cukup miscall saja dan ibunya akan menelpon kembali
Tulilit ..
Ponselnya berdering ibunya Memang membelikan nya ponsel android juga namun yang seken hanya sekedar untuk ia bisa berkomunikasi dengan ibunya lagi pula Clara juga tak hobi mengotak-atik ponselnya
padahal ia sadar jika ia termasuk murid yang cerdas di sekolahnya ,ia sangat suka belajar
di desa pun ia aktif dalam kegiatan remaja mesjid ,meski teman-teman nya suka memandang nya sebelah mata ya biasalah namanya juga anak remaja pada umumnya mereka lebih memilih berteman sesuai kelompok mereka ,tapi jika ada Yolanda yang bersama Clara tak ada satupun yang berani mengatainya karena Yolanda anak orang kaya
"Iya ibu "
"Nak kenapa suara mu seperti itu ,apa ada sesuatu yang membuat mu resah ?"
Ibunya tampak sangat khawatir karena ia tau persis jika Clara tak pernah seperti itu
"Tidak ada apa-apa ibu ,Clara baik-baik saja "
"Kau membohongi ibu nak ..ayo cepat katakan apa yang terjadi ,apa kau sedang sakit nak "
Ia pun berusaha meyakinkan ibunya
"Serius ibu ku sayang Clara baik-baik saja , dan ibu tau jika putri cantik ibu ini hari ini sudah lulus sekolah "
Clara berusaha mengalihkan perhatian Ibu nya
"Syukurlah nak , oh ya Clara majikan ibu menawarkan bea siswa untuk mu apa kau mau melanjutkan pendidikan mu di sini nak ?"
Clara sangat ingin sekali menjawab iya pada ibunya ,namun melihat kondisi neneknya yang sudah tua dan renta tak mungkin sekali bagi nya untuk meninggalkan wanita itu ,siapa yang tak mau melanjutkan pendidikan ? ,siapa yang tak ingin menyematkan gelar di belakang namanya ? apa lagi gratis ,pasti semua nya menginginkan hal itu bukan ,namun balik lagi jika Clara tak akan mungkin bisa meninggalkan neneknya sendirian di rumah itu apa lagi terdengar suara neneknya terbatuk-batuk
"Ibu.. Clara tak berniat untuk melanjutkan kuliah ,lagi pula hidup di desa ini sudah begitu nyaman sekali bagi Clara , Clara tak mau meninggalkan nenek Bu "
"Baiklah nak ,jika itu yang kau mau ibu tak bisa memaksamu "
Setelah sepuluh menit menelpon akhirnya ibunya mengakhiri ponselnya
"Clara...Clara....."
"Iya nek ..."
Clara bergegas mendekati neneknya yang selalu tersenyum kearah nya ,garis kerutan terlihat begitu jelas sekali , menunjukkan sudah berapa jauh perjalanan hidup nya hingga masih bernafas sampai saat ini
Clara yang langsung saja berbaring di pangkuan neneknya yang renta itu
tempat ternyaman setelah pangkuan ibunya
"Cucuku apa kau tak ingin seperti teman-teman mu yang lain , melanjutkan pendidikan lebih tinggi agar bisa mengangkat derajat keluarga kita "
Mengelus rambut Clara
"Ketahuilah cucuku dunia ini semakin lama semakin canggih saja , pendidikan itu sangat lah penting , walaupun kau seorang perempuan
meski nanti nya ,Clara hanya di rumah saja tapi setiap anak berhak lahir dari ibu yang cerdas , jangan bercontoh dengan ibu dan nenek ,jika Clara melanjutkan pendidikan lebih tinggi mungkin saja nanti Clara bisa bekerja di tempat yang lebih bagus ,tidak menjadi pembantu rumah tangga seperti ibu"
Nasehat Nenek nya langsung membuka pikirannya , neneknya mungkin memang hanya tamat sekolah rakyat di jaman dahulu ,namun pikiran nya tentang dunia sekarang sangat lah maju
Clara langsung duduk
"Cucuku berpikirlah kedepan , tadi kenapa ibumu menelpon mu ,apa dia menyuruh mu untuk melanjutkan pendidikan mu , nenek ingin kau seperti anak-anak orang kaya di desa kita , pulang dengan membawa gelar pendidikan sarjana , itulah mengapa orang kaya semakin kaya dan orang susah seperti kita semakin sudah saja , bukan karena apa-apa tapi mereka itu selalu mementingkan pendidikan , meski nanti juga tak tau jadi apa "
Menatap keluar jendela , meski hari sudah gelap namun suasana di desa semakin malam semakin khidmat dan penuh ketenangan
Tapi aku memikirkan nenek, Clara tak mau meninggalkan nenek sendirian di sini
ilmu bisa di cari kapanpun dan di manapun
tapi usia nenek tak ada yang tau, Clara sudah kehilangan ayah dari kecil , sekarang Clara tak mau jika harus kehilangan nenek ,meski kematian itu pasti adanya
Clara berdiri "Nek Clara mau istirahat dulu mengantuk "
Berdiri sambil memeriksa pintu dan jendela yang belum terkunci ,
neneknya tidur di depan televisi karena di rumah itu hanya memiliki satu kamar tidur saja
neneknya kembali tertawa terkekeh-kekeh
"Tidur lah dan pikirkan kembali apa yang nenek katakan tadi "
Clara langsung memeluk nenek nya
"Clara tidur dulu ya bidadari senior"
Menggoda nenek nya dengan candaan
Nenek nya hanya memiliki satu anak yaitu hanya ibu Clara ,bukan karena anak tunggal tapi takdir yang membuat ibunya menjadi anak tunggal , karena dua orang anak nenek nya meninggal saat bayi ,apa lagi jaman dahulu di desa apa lagi belum ada dokter hanya ada tabib kampung saja yang mengobati penyakit warga desa nya
masuk kedalam kamar yang hanya di tutupi tirai kain yang terpasang , kemiskinan yang mereka rasakan tak pernah membuat mereka mengeluh dengan keadaan ,tapi malam ini Clara kembali memikirkan apa yang di katakan neneknya ,di dalam hati kecilnya benar ia sangat ingin merubah nasib keluarganya
jika di tanya siapa yang tak mau menjadi kaya pastilah semua orang mengatakan iya namun balik lagi ia tak mau terlena dengan nikmat dunia ,apa lagi neneknya adalah surga ibunya ,ia sangat sayang dengan ibu nya ,maka ia lah yang mengabdikan diri untuk merawat surga tersebut
"Hah.. maafkan aku nenek meski semua perkataan nenek itu benar,tapi satu hal aku tak akan mau meninggalkan nenek sendirian ,ya kecuali ibu sakit dan tidak bisa bekerja lagi maka mau tidak mau aku harus meninggalkan desa ini untuk mencari pekerjaan di kota ".