Keesokan paginya Clara bersiap-siap mencuci piring kesungai karena cucian piring dan pakaian nya banyak ia nampak tergopoh-gopoh membawa nya
Tapi tiba-tiba seorang pemuda tampan menghampiri nya
"Mari saya bantu Nona "
"Oh tidak usah saya bisa sendiri , terimakasih"
Mencoba untuk membawa nya seorang diri .namun pakaian tersebut terjatuh dan berceceran
Clara berusaha memunguti nya
dan segera pergi namun pemuda tersebut kembali memanggil nya
"Nona...nona.."
"Aduh kenapa lagi sih dia memanggil ku ,apa tidak ada kerjaan lain apa ?"
Clara membalikkan tubuhnya
"Iya Tuan ada apa lagi ?"
"Ini milik mu ketinggalan "
Memegang ujung Bra milik nya yang berwarna hitam tersebut
"Astaga !"
Wajah Clara langsung memerah dengan cepat ia mengambil Bra miliknya dan pergi meninggalkan pemuda tersebut ,
"Ya ampun cantik sekali tak kusangka rumor tentang kembang desa itu memang benar ada ia seperti bidadari , siapa namanya ?"
Sepanjang perjalanan menuju sungai Clara merasa sungguh sangat malu ia tak menyangka jika pakaian dalam milik nya , bisa-bisanya di pegang oleh laki-laki asing tadi itu
"Oh Tuhan apa yang terjadi pagi ini adalah kesialan bagi ku , bagaimana mungkin laki-laki asing itu memegang pakaian dalam milikku "
Sedang asik mencuci terdengar suara langkah kaki begitu cepat menuju sungai
Plung...
Clara tak menyadarinya hanya mendengarkan suara saja ia berpikir jika itu adalah anak-anak di desanya yang suka bermain di sungai atau melemparkan batu dari tebing
Bebatuan besar yang berada di sungai membuat sungai berbatuan tersebut benar-benar indah dan cantik sekali
tapi pagi ini sungai tampak sepi mungkin karena malam tadi hujan deras jadi warga Enggan kesungai ,mereka memilih menampung air hujan saja di rumah , tapi semua itu tak berpengaruh pada Clara mau hujan badai sekalipun ia akan tetap ke sungai , untuk mencuci dan manis ia juga selalu mengangkat air untuk mandi neneknya
"Clara ...."
Suara teriakan memanggil nya
"Yolanda ,kau pagi-pagi tumben mencari ku ,ada apa ?"
Yolanda buru-buru turun kebawah
"Aku hanya ingin mengabarkan padamu , jika ada beberapa mahasiswa dari kota yang sedang melakukan tugas akhir di desa Kuta "
"Lalu kabar baiknya apa Yola"
"Kabar baiknya mereka berencana membuat toilet di setiap rumah warga yang lanjut usia ,dan rumah nenek mu termasuk dalam program mereka "
Yolanda Berteriak histeris dan bahagia sekali
Clara pun langsung menaruh pakaian yang ia cuci kedalam bakul miliknya
"Kau serius ?"
"Benar dan mereka juga berencana untuk menyalurkan air sungai kerumah-rumah warga yang tidak punya sumur "
Clara dan Yolanda saling berpelukan
"Ya ampun mereka baik sekali ,aku tak sabar ingin berjumpa dengan mereka"
"Benar sekali ,kau sebagai duta desa kita harus mendampingi kakak -kakak mahasiswa tersebut bersosialisasi pada warga agar mereka tak kaget , lagi pula malam nanti mereka juga akan mengadakan rapat di masjid desa kita "
"Baiklah kalau begitu ,aku akan bersiap demi perubahan desa kita "
Sedang asik mengobrol di tengah-tengah mereka lewat sesuatu yang berwarna kuning , hampir saja mengenai kaki Yolanda
"Yola awas!!"
"Uwekkkssss ,jorok sekali ! siapa sih yang buang hajat di sebelah sana ,apa dia tidak tau jika ada orang yang sedang mencuci,jorok sekali "
Perkenalkan Pemuda dari kota yang ikut menggoda nya saat hendak mandi tersebut ,Namanya Biru Andara salah satu pemuda beken di kota ia bisa mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata karena pengaruh keluarga nya padahal otaknya biasa-biasa saja
memiliki sekumpulan Genk yang sama-sama berasal dari orang kaya
"Hei siapa yang buang hajat di sana ha ? tidak sopan sekali , bukankah kau tau jika buang hajat bukan di sana tempat nya "
Biru yang berada di balik batu tersebut pun langsung merasa tidak enak apa lagi warga desa tak sama dengan warga kota ,jika di kota ia sering mengeluarkan uangnya untuk menyelesaikan masalah ,beda jika di desa ada hukum adat dan banyak hal lainnya yang tak bisa di selesaikan dengan uang
"Astagaaaaa bagaimana ini , ah ini lah yang membuat ku malas untuk melakukan tugas akhir ini , heh andai saja aku bisa membayar saja seperti Dewa , tak perlu terjun langsung ke desa ,ah lihatlah untuk buang hajat saja aku harus kena makian warga "
Yolanda berkacak pinggang
"Sudahlah Yola ,paling juga kerjaan anak-anak lagi pula mana mungkin lah warga kampung ini buang hajat di sana , kan mereka tau tempatnya di mana "
"Argh tidak bisa di biarkan ,kau tunggu saja di sini aku akan melihat nya "
"Yola ,,"
Clara memanggilnya tapi tak digubris oleh Yolanda , Clara tak bisa menahan nya jika sahabatnya itu sudah bersiap demikian
"Kau diamlah aku akan mengagetkan orang tak sopan itu , seperti nya ia bersembunyi di balik batu itu "
menunjuk kearah batu besar tempat Biru bersembunyi
"Ya Tuhan tolong lah aku pernah dengar jika orang didesa itu suka menggerebek orang ,apa mungkin aku akan di gerebek ya , "
Biru adalah anak orang kaya tapi ia pemalas untung saja anak orang kaya ,tapi ilmu pengetahuan nya benar-benar dangkal sekali kerjaan nya hanya main game dan bersenang-senang dengan kelompok nya
Yolanda berjalan mengendap-endap lalu dalam hitungan ketiga ia mengagetkan Biru , sedangkan Clara tertawa geli sambil menutup mulutnya melihat kelakuan Yolanda yang seperti itu
tapi wajar saja ia bebas dan berani melakukan apa saja, selain ia kaya keluaga nya juga sangat di segani di desa tersebut ,tak ada yabg berani membantah nya ,
berbeda dengan orang yang tak punya meski ia benar tetap saja salah di mata orang-orang, faktanya kehidupan di dunia ini memang begitu ada uang kita di pandang tak ada uang kita di tendang , namun begitu lah kehidupan ada pahit manis tergantung manusia itu sendiri ,mampu atau tidak menjalani takdir nya masing-masing
"Duar....."
Yolanda berdiri di depan nya , dan sekarang Biru dan Yolanda sama -sama Berteriak histeris hingga membuat keduanya kaget sekali
Biru pun langsung merendam kan tubuhnya kedalam air yang dangkal itu meski celananya masih separuh di pakai
Mendapatkan teriakan suara Yolanda ,Clara yang memakai kain saja itu pun segera menghampiri sahabat nya itu ia takut jika terjadi sesuatu dengan Yolanda
"Yolanda ada apa ?"
Bergegas menghampiri namun ia sama saja dengan Yolanda saat menemukan Biru yang sedang berjongkok di dalam air tersebut
"Awwwwwwwwwww"
"Siapa kau ! apa yang sedang kau lakukan di sini "
Clara langsung membalikkan tubuhnya dan tubuh Yolanda
"Iya benar kau siapa ? kami tak pernah melihat mu !"
Buru-buru Biru memasang celananya