Setelah Mars pergi meninggalkan rumah Clara neneknya langsung masuk kedalam rumah lalu duduk di kursi kayu milk nya itu
"Jadi itu ya Cu , kalau orang kuliah . bisa membantu warga yang kesusahan pantas saja orang-orang kaya itu makin kaya ia tak mau berdiam diri dengan ilmu yang hanya ia miliki saja "
Clara tak menjawab nya ia hanya diam dan masuk kedalam kamar, meski tak munafik di dalam hati kecilnya keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan itu pasti ada
tapi sekali lagi nurani nya berbisik ia tak mau meninggalkan neneknya sendirian
Clara berbaring sambil memandangi deretan penghargaan yang ia dapatkan antar desa dan kabupaten , deretan prestasi sebagai pemudi berbakat ,juara baca cerpen , menulis puisi dan juga juara mengaji ,paket komplit cuma jika hanya segelintir prestasi Seperti itu tidak akan di lirik oleh pejabat tinggi , sedangkan Atlit yang berprestasi saja jarang-jarang bisa di apresiasi padahal ia bukan mewakili tingkat desa tapi tingkat dunia dengan membawa nama bangsa
Lama ia merenung jam terus berputar dan akhirnya sampai lah pak kades kerumah mereka untuk meminta Clara mendampingi para mahasiswa untuk mengenal kan potensi desa mereka ,seperti biasa ada anggaran desa yang sudah di anggarkan untuk Clara , mendapatkan Upah perhari sebanyak dua ratus ribu rupiah ,
"Baiklah pak Kades , nanti malam Clara akan ke mesjid untuk ikut rapat bersama para Kakak-kakak mahasiswa itu "
"Terimakasih Clara semoga kamu bisa membuat desa kita ini mendapatkan banyak bantuan dana"
Clara pun langsung bergegas ia berencana untuk sholat magrib di masjid tersebut
setelah pamit dengan neneknya ia langsung berangkat ke mesjid
Ternyata ada juga Yolanda di sana
"Clara ..."
"Kau di sini juga ya ?"
Yolanda nampak uring-uringan
"Iya kau tau lah bapak suka memaksa aku disuruh ikut mereka , agar nanti di kota bisa terbiasa berinteraksi dengan orang-orang baru di sana "
"Bukankah itu bagus ,lalu apa yang membuat mu seperti itu ?"
"Aku malas bertemu pemuda itu lagi ,ah dia dari tadi selalu saja mengajak ku mengobrol , aku tidak suka ,kau tau lah bagaimana pergaulan anak kota hii aku tak mau terlalu dekat-dekat dengan mereka"
Yolanda nampak menunjukkan sikapnya yang tidak suka
"Tapi kan tak semua nya begitu ,tadi malahan ada yang datang kerumah nenekku dan sikapnya sangat sopan dan baik "
Yolanda terdiam
"Benarkah ,mm tapi dari semuanya aku melihat salah seorang dari mereka yang memiliki Wajah sangat tampan sekali , tapi aku tak tau namanya ,lagi pula ia tak sama seperti yang lainnya ia hanya duduk dan memegang buku terus "
"Yang mana ? apa dia juga datang kemari?"
"Tentu saja semuanya harus hadir jika tidak bagaimana warga akan mengenali mereka "
Mereka pun langsung melaksanakan sholat magrib , selesai sholat mereka pun langsung berkumpul di aula kosong di samping masjid yang memang sengaja di sediakan untuk rapat dan berkumpul
Tapi pada saat bersamaan seorang pemuda langsung menghampiri mereka
"Clara ..."
"Eh kak Mars ,sudah tiba juga "
"Iya aku kebetulan yang akan memberikan materi nanti , sebagai ketua kelompok ini"
Yolanda meremas tangan Clara dan menatap Mars tanpa berkedip
"Clara bagaimana kau bisa mengenal nya ,dia tampan sekali "
"Diam lah . nanti aku ceritakan"
berbicara berbisik pada Yolanda
"Ayo tunggu apa lagi kita berkumpul di sana "
Nampak banyak sekali makanan dan kue yang sudah di siapkan oleh warga , Kue tradisional dan juga ada beberapa kue modern
para warga Memang begitu selalu kompak saat ada kegiatan di desa mereka
Beberapa pemudi desa nampak mulai mencari perhatian pada para mahasiswa , termasuk pada Mars dan Biru
Mereka pun seperti biasa menatap sinis pada Clara
Lihatlah si miskin itu mulai tebar pesona
Iya biasalah dia lagi berkhayal untuk menjadi Cinderella
Cinderella kampung yang masuk kedalam sungai
Tapi mereka tak berani mengatakan langsung pada Clara karena ada Yolanda di samping nya
"Clara cepat katakan bagaimana ia bisa mengenal mu "
"Ah tidak terlalu penting bagiku , jika kau suka padanya nanti aku akan mengenalkan mu padanya"
"Iya aku mau ,dia tampan sekali dan Sepertinya juga pintar , Benar-benar tipe laki-laki idaman ku sekali "
Yolanda tak berkedip memandang Mars yang dari tadi juga diam-diam mencuri pandang kearah Clara
"Cla tapi aku rasa ia menyukai mu , lihatlah dia dari tadi melihat kesini terus "
"Bukan melihat kearah ku tapi ia heran melihat ada perempuan cantik yang berada di samping ku , yaitu kamu "
Clara selalu saja begitu ia tak pernah sekalipun mematahkan semangat Yolanda
"Benar kah , apa bedak yang aku pakai ketebalan Cla?"
"Tidak tenang saja kau itu cantik mau di apapun juga ,jangan khawatir setelah rapat ini selesai aku akan mengenalkan mu padanya "
"Oh Clara kau memang teman baikku ,aku jadi tak ingin cepat-cepat pergi kekota karena ada dia yang telah mencuri hatiku "
Clara pun tersenyum-senyum saja
Clara yang rendah hati tak pernah merasa jika ia memiliki wajah yang cantik dan rupawan ia selalu merasa biasa-biasa saja padahal siapapun yang melihatnya pasti akan terhipnotis dengan kecantikan alami yang ia miliki ,belum lagi tutur kata dan perilaku nya benar-benar mencerminkan wajahnya
Rapat pun telah usai
Clara langsung menghampiri Mars dengan Yolanda yang berdiri di samping nya
sambil memegangi tangan nya
"Kak mars kenalin ini teman ku Yolanda"
"Dan Yolanda kenalkan ini kak Mars "
Mereka pun langsung mengulurkan tangannya masing-masing , meski nampak jelas wajah Yolanda memerah karena malu
"Kalau begitu kami permisi dulu kak"
"Sudah malam apa kalian tak apa-apa pulang s sendirian "
Biru yang melihat Mars mengobrol dengan dua orang perempuan cantik itu pun langsung menghampiri mereka
"Wah Bro kau diam-diam saja dari tadi jika kedatangan dua bidadari "
Mars yang tau kelakuan Biru pun tak memperdulikan Biru
Tapi Biru langsung saja menyodorkan tangannya
"Perkenalkan aku Biru ?"
Yolanda yang sangat hapal dengan wajah biru pun langsung spontan menjawab
"Kau yang tadi buang hajat di kali kan ? yang duduk sembarangan "
Clara langsung memperhatikan wajah Biru
"Benarkan Clara dia yang tadi di kali ,yang kotorannya hanyut di depan kita ,saat kau sedang mencuci pakaian tadi ,ihh Benar-benar jorok sekali "
Yolanda menutup hidung nya
"Itu tangannya udah di cebok nggak sih "
Yolanda langsung tertawa , sedang kan Biru nampak malu dan menutup wajahnya
Mars yang mendengar ucapan Yolanda langsung tertawa geli
"Jadi kalian tadi menemukan ia sedang buang hajat di kali ,ya ..."
"Iya benar kak dan dia sama sekali tak tau mana tempat untuk buang hajat dan mandi "
tertawa geli kembali