39 Kekacauan Manis

1400 Kata

Dalam keheningan kamar itu, mereka masih berciuman , napas mereka masih memburu. Gava tak mengendurkan cengkeramannya; ada emosi yang begitu meledak dalam dekapannya, seolah ia ingin menggenggam seluruh diri Heartsa dalam satu tarikan napas. Sampai tiba-tiba tangan Gava mulai meraba kancing piyama Heartsa hendak membukanya. Heartsa pun langsung menahannya, suaranya penuh keheranan. “Mas!” serunya sambil mendorong suaminya itu. “Beneran kamu?” “Berharap siapa?” Gava menatap tajam, tatapannya menyala dengan semangat yang sulit dipahami. “Nyebelin!” Heartsa mencoba menahan ketawa meski di dalam hati ia merasa bergetar. “Terserah!” Gava menjawab santai, terus melanjutkan aksinya meraba tubuh Heartsa dengan lembut namun penuh gairah. “Kamu nggak bisa sabar? Aduh, aduh! Tolong jangan r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN