Suara tawa dan rengekan kecil memenuhi kamar Heartsa saat Heartsa dan Gava berusaha menghilangkan coretan permanen di wajah Heartsa. Setiap kali Gava menggosok sedikit lebih keras, Heartsa langsung meringis dan menarik wajahnya. "Pelan-pelan nggak sih! Kamu gosoknya kekencengan, nanti iritsi," protes Heartsa, mencoba mengambil alih kapas dari tangan Gava. "Udah ah, aku bisa sendiri!" Gava malah tertawa lebih keras dan menunjuk hidung Heartsa. "Udah pelan sayang, yang ini jangan dihapus. Bagus gambarnya, jadi kayak freckles ala ala filter gitu.” Kata Gava tanpa memberhentikan tawaannya Heartsa merengut sambil menatap Gava dengan kesal. "Jangan bercanda, ya! Mana ada bintik-bintik ala Filter segede kutukan polkadot di p****t kamu, hapus semua, aaaa!" rengeknya sambil berusaha merebut l

