Nina mendecak kesal begitu mendengar asumsi ngawur Jaka. "Jangan ngawur!" "Aku nggak ngawur, memang mengarah ke situ kan? Terus siapa lagi? Nenek suami kamu tidak mungkin pelakunya, secara beliau sangat kaya. Sekali libas pasti-" Jaka tidak meneruskan perkataannya, melainkan membuat garis di tengah leher dengan jarinya. "Tamat." "Kamu tahu kan, si nenek itu tidak akan pernah bisa menyentuh keluarga aku," sahut Nina dengan kesal. "Yah, aku tahu," jawab Jaka sambil menggerakkan kakinya dengan santai. "Hanya saja, kita tidak tahu kemungkinan nenek itu membayar orang untuk menyentuh kamu dan keluarga." "Apa?" "Bisa jadi, kan?" tanya Jaka ke Nina. Nina merenungkan perkataan Jaka lalu menghela napas panjang. "Benar, bisa saja wanita tua itu datang untuk menghancurkan kami." Jaka menganggu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


