Malam ini benar-benar terasa begitu panas. Walaupun yah, bajuku tidak terlalu tebal tapi rasa panasnya tidak bisa keluar dari tubuhku. Arrgghh!! Rasanya aku ingin menyobek mulutnya yang sedang tersenyum manis saat ini. Gara-gara dia!! Aarrgghh!! “Jadi bagaimana?”, tanya ibuku yang tampak begitu antusias dengan hal ini. Oh ya ampun, sepertinya semua orang di ruangan ini tampak begitu antusias termasuk orang satu itu!! Aku menutup mataku mencoba menahan amarah yang siap untuk keluar, tanganku sudah mengepal dari tadi. Begitu membuka mata, aku langsung berdiri dan menatap ayahku. Semua orang di meja makan menghentikan pembicaraan mereka dan fokus menatapku. “Ada apa nak?”, ada nada heran dalam suaranya. Dengan memasang senyum manis yang tentu saja kupaksakan, aku berbicara kepada ayahku

