Sepertinya hari ini termasuk hari yang cukup melelahkan bagi Fenny. Bukan hanya karena pekerjaan yang bertambah banyak tetapi juga karena fikirannya tertuju pada seseorang yang berada di ruangan itu sedari tadi. “Hey, ayo pulang”, ucap Dista yang sudah merapikan meja dan mengangkat tasnya. Fenny menggeleng lemah, ia belum menyelesaikan laporannya. Sebenarnya tinggal sedikit, tapi ia tak mau meminta Dista untuk menunggu. “Aku belum selesai, kau pulang sajalah dulu”, Fenny menjawab dengan mata yang masih terpusat pada layar komputer di depannya. “Benarkah tak apa?”, Dista menatap Fenny ragu. Fenny menghentikan sejenak pekerjaannya dan menatap Dista sambil tersenyum, “It’s okay”. “Baiklah, aku pulang duluan kalau begitu”. Dista menepuk pelan bahu Fenny sebelum pergi. Fenny menghembuskan n

