13. Putus

1189 Kata

Seketika itu Fikri dan Udin langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Tuan mudanya itu. “Kenapa kalian tertawa ada yang lucu?” tanya Fajar sedikit kesal. “Maaf Tuan, habisnya Tuan ngomong sendiri nanti dikira nggak waras loh, kenapa nggak berbagi sama kita Tuan, kita ini biar bagaimana pun juga sudah berpengalaman dalam urusan cinta buktinya kami berdua sudah punya buntut,” jawab Udin seketika. “Memang kalian tahu apa itu cinta?” tanya Fajar lagi. “Kata orang cinta itu buta, tidak mengenal kasta maupun usia, ada juga yang bilang ibaratnya Tuan adalah durinya Non Tari bunga mawarnya, atau jika Tuan lebahnya Non Tari madunya, kira-kira begitu sih!” ucap Fikri tersenyum. “Saya ini masih bingung dengan mami, hari ini kita pulang ke Jakarta hanya untuk membahas kapan kami melangsung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN