Bab 41 Bersyukur meski dalam kesakitan.

1027 Kata

Nathan menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa dengan nyamannya, kedua matanya tertutup rapat sempurna. Sedangkan Jessi masih berada di pangkuannya, Jessi memeluk erat tubuh Nathan disana. Gadis itu menyandarkan samping wajahnya ke depan lelaki itu, tepat di bawah dagu Nathan. Lelaki itu pun hanya bisa memeluk tubuh gadis itu dengan eratnya. Nafas memburu keduanya masih terdengar, iramanya masih terlihat disana. Sesekali Nathan menyunggingkan senyumannya disana. Ia merasa puas dan lega saat itu. Sesekali tangannya mengusap lembut rambut hitam Jessi yang tergerai panjang menutupi sebagian besar punggung polos gadis itu disana. Kulit mulus keduanya yang bersentuhan hangat dan menguar aroma khasnya. "Yang..." bisik Nathan saat itu. Namun Jessi hanya membalasnya dengan tarikan nafas panjang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN