“Jangan malas, sebentar lagi kita skripsi loh,” peringat Zahra kepada Nana yang nampak terlihat tak bersemangat hari ini. Gadis itu menoleh menatap Zahra memelas. Hari ini mereka hanya berdua saja karena Lara dan Cindy nampak kompak sekali tidak masuk kuliah. Entahlah, dibandingkan mereka, Zahra memang sangat dekat dengan Nana. Mungkin karena mereka telah berteman sejak lama. “Gue lagi galau tau, Ra. Si Aji tuh,” adunya dengan tampang cemberut. “Hadeuh, soal doi. Kalau itu gue angkat tangan aja, deh. Nggak ada pengalaman. Nasihatin lo juga percuma entar dikira sotoy,” sahut Zahra menahan cekikikannya. “Lo gitu amat sama gue, Na. Coba kasih gue solusi dong. Si Aji akhir-akhir ini sulit banget dihubungi. Katanya dia sibuk sama kerjaan,” ceritanya masih dengan ekspresi wajah yang tak menge

