“Ada apa?” tanya Devan kepada asistennya. Pria yang sudah bekerja dengannya sejak lama pun langsung memperlihatkan email yang didapatnya. “Mereka membatalkan kontrak,” ungkap pria itu. Devan tau alasan perusahaan tersebut membatalkannya. “Biarkan saja, mereka sendiri yang rugi karena membatalkan sepihak. Urus ganti ruginya, pastikan mereka membayar semua yang harus mereka bayarkan,” perintah Devan. Pemuda ini telihat sangat santai sekali. Berbeda dengan sang asisten yang meringis. Memang benar jika perusahaan mereka tidak akan rugi, malah mereka akan mendapat uang kompensasi. Tetapi, tetap saja ini sungguh mengerikan. “Devan,” panggil Zahra yang baru saja sampai. Gadis itu melihat sekretaris kakaknya yang baru keluar. Ia hanya menyapa dengan anggukan kepala saja. Maklum, dirinya tak se

