Gadis itu masih tetap diam, bahkan ketika keduanya dalam perjalanan pulang, sang kakak tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dan jangan lupakan raut datar yang pemuda itu tampilkan juga semakin menambah hawa di dalam mobil ini semakin buruk. Zahra terus menggigit bibir bawahnya dengan gemas. Dia tidak tahu harus memulai percakapan dengan apa. Sepertinya Devan juga enggan untuk bicara padanya. Dia masih mengingat kemarahan kakaknya ini ketika tahu dirinya pergi ke pesta bersama dosen. “Perkenalkan nama saya Farhan,” ujar Farhan yang mulai membuka mulutnya. Zahra pun seketika merasa pening di kepalanya. Dia berharap jangan sampai dosennya mengatakan hal yang membuat keadaan semakin runyam. “Dosen Zahra di kampus,” lanjutnya yang membuat gadis itu seketika ingin keluar dari tempat ini. Sama

